Kamis, 09 Juni 2022

POTENSI BISNIS KEHUTANAN DI KAWASAN OBYEK WISATA ALAM HUTA GINJANG, KECAMATAN MUARA, KABUPATEN TAPANULI UTARA II TUGAS MATA KULIAH BISNIS KEHUTANAN

 

Paper Mata Kuliah Bisnis Kehutanan                                                                            Medan,  Juni  2022

POTENSI BISNIS KEHUTANAN DI KAWASAN OBYEK WISATA ALAM HUTA GINJANG, KECAMATAN MUARA, KABUPATEN TAPANULI UTARA

 

Dosen Penanggung Jawab:

Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.

 

Oleh :

Ultari Manalu

191201126

MNH 6

 

 


 

 


 

 

 


 

 

 

 


 

 

 

 

 

DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2022



KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan Paper mata kuliah Bisnis Kehutanan ini dengan baik dan tepat waktu. Adapun judul dari paper  ini adalah “Potensi Bisnis Kehutanan di Kawasan Obyek Wisata Alam Huta Ginjang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara” yang disusun sebagai salah satu syarat dalam penilaian  “Mata Kuliah Binis Kehutanan” Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara, Medan.

            Dalam pembuatan paper, penulis dibantu oleh dosen penangajar mata kuliah Bisnis Kehutanan Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si. yang telah membantu dan membimbing penulis hingga terwujudnya paper ini. Penulis menyadari bahwa paper ini belum sempurna, baik dari segi teknik penyusunan maupun dari segi materi dan pembahasan. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi penyempurnaan paper ini.

 

 

 

Medan,  Juni   2022

 

 

 Penulis           


 

DAFTAR ISI

                                                                           Halaman

KATA PENGANTAR............................................................................... .    i

DAFTAR ISI..............................................................................................     ii

BAB I PENDAHULUAN

A.    Latar Balakang...........................................................................    1

B.     Tujuan Analisis..........................................................................    2

BAB II ISI

           2.1. Deskripsi Objek Wisata Alam Huta Ginjang.............................     3

           2.2. Karakteristik Objek Wisata Alam Huta Ginjang.......................     4

           2.3 Potensi Ekonomi Dari Objek Wisata Alam Huta Ginjang.........     6

           2.4 Ide Potensi Pengembangan Objek Wisata Alam Geosite Huta     

                 Ginjang....................................................................................        9

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

3.1   Kesimpulan ................................................................................   12

3.2  Saran ...........................................................................................   12

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN



BAB I

PENDAHULUAN

1. 1.          Latar Belakang

Hasil hutan adalah potensi sumber daya ekonomi yang beragam. Pada kawasan hutan dapat dihasilkan hasil hutan yang tidak berwujud seperti kayu, hutan bukan kayu, perlindungan tanah, perlindungan sumber daya air dan berbagai produk wisata. Hal ini menunjukkan bahwa hutan, kehutanan, dan hasil hutan merupakan sumber daya yang memiliki potensi untuk menciptakan barang, jasa, dan kegiatan ekonomi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Hasil hutan mampu menjaga manusia dari gangguan akibat bencana alam maupun bencana buatan manusia. Keberadaan hutan sebagai bagian dari ekosistem skala besar memiliki arti dan peran penting dalam mendukung sistem kehidupan. Keberadaan hutan dapat memperoleh berbagai manfaat yang sangat besar melalui fungsinya, salah satu contohnya adalah penyedia jasa pariwisata. Keberadaan hutan memberikan manfaat yang relative besar, antara lain manfaat langsung dan manfaat tidak langsung (manfaat berwujud dan tidak berwujud). Manfaat-manfaat ini perlu dievaluasi secara ekonomi untuk mengelola kawasan dengan sebaik-baiknya (Damanik, 2021).

Ekowisata dapat didefinisikan sebagai petualangan para wisatawan menuju wilayah bukan perkotaan untuk melaksanakan aktivitas pariwisata yang memiliki tujuan untuk mempelajari dan menikmati alam, budaya dan sejarah di suatu tempat, dengan memastikan sumber daya alam dan lingkungan tetap lestari. Sehingga spesies flora dan fauna di alam tetap berada pada kondisi lestari dalam habitatnya dan level/taraf perekonomian masyarakat lokal dan sekitar dapat meningkat. Menurut The International Ecotourism Society, ekowisata adalah aktivitas petualangan yang berfokus pada wilayah alami yang bersifat menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan, menaikkan kesejahteraan masyarakat setempat, dan melibatkan interpretasi serta pembelajaran mengenai lingkungan hidup (Damanik, 2021).

Ekowisata menyuguhkan keutuhan tujuan pariwisata yang menyeimbangkan antara menikmati panorama alam yang indah dan upaya menjaganya. Sektor ekowisata ini dapat aktif berkontribusi untuk menghasilkan solusi untuk menuntaskan permasalahan yang berpotensi terjadi pada pengembangan nilai tempat wisata. Poin prioritas dalam pengembangan model ekowisata tersebut mengacu pada potensi dasar pariwisata yakni dikedepankannya kelestarian alam dan budaya dari daerah tempat objek wisata tersebut (Damanik, 2021).

Dewasa ini, terjadi pergeseran konsep kepariwisataan dunia ke model wisata alam. Hal ini disebabkan oleh tingkat kejenuhan wisatawan untuk mengunjungi objek-objek wisata buatan. Kondisi ini menjadi suatu peluang bagi Indonesia untuk memanfaatkan pesona alamnya secara maksimal untuk menarik wisatawan asing mengunjungi objek berbasis alam dan budaya penduduk lokal. Jika negara-negara maju menawarkan paket-paket wisata dengan kecanggihan teknologi yang ditawarkan, maka Indonesia mempunyai potensi untuk pengembangan pariwisata yang berbasis sumber daya alam (ekowisata) seperti halnya di Provinsi Sumatera Utara. Wisata alam sebagai suatu bentuk rekreasi dan pariwisata yang memanfaatkan potensi sumber daya alam dan ekosistemnya, baik dalam bentuk asli maupun setelah adanya perpaduan dengan daya cipta manusia (Pynanjung dan Rianti, 2018).

Ekowisata adalah suatu model pengembangan wisata alam yang bertanggung jawab di daerah yang masih alami atau daerah-daerah yang dikelola secara alami dimana tujuannya selain untuk menikmati keindahan alam juga meliobatkan unsur pendidikan dan dukungan terhadap usaha konservasi serta peningkatan pendapatan masyarakat setempat. Potensi ini didukung dengan prasarana berupa jalan menuju lokasi  ekowisata yang cukup baik dengan pengerasan serta sudah terdapat rencana peningkatan kualitas jalan serta dukungan pembangunan. Aktivitas berwisata merupakan salah satu pilihan utama untuk mengisi waktu luang yang dimiliki oleh setiap orang. Wisata yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan yaitu wisata minat khusus. Wisata minat khusus adalah kegiatan wisata yang didasarkan pada keinginaan wisatawan karena memiliki minat khusus dari objek wisata atau kegiatan didaerah tersebut (Simarmata dan Triastuti, 2021).

 

1. 2.          Tujuan Analisis

Adapun tujuan dari paper yang berjudul Potensi Bisnis Kehutanan di Kawasan Obyek Wisata Alam Huta Ginjang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara” adalah sebagai berikut:

1.      Untuk mengetahui deskripsi dari  obyek wisata alam Huta Ginjang.

2.      Untuk mengetahui karakteristik dari  obyek wisata alam Huta Ginjang.

3.   Untuk mengetahui potensi ekonomi  yang dapat dikembangkan dari Obyek Wisata Alam Huta   Ginjang.

4.      Untuk mengetahui ide potensi pengembangan obyek Wisata Alam Geosite Huta Ginjang.


BAB II

ISI

2. 1.  Deskripsi Objek Wisata Alam Huta Ginjang

Gambar 1. Obyek Wisata Alam Huta Ginjang

Objek wisata adalah tempat yang dikunjungi pengunjung karena memiliki sumber daya alamiah dan buatan, seperti keindahan alam atau pegunungan, flora dan fauna pantai, taman hewan, bangunan bersejarah,monumen, kuil, tarian, atraksi dan berbagai macam budaya unik lainnya. Daya tarik wisata disebut juga sebagai suatu keunikan khas yang dimiliki suatu daerah tersebut, dan melibatkan potensi yang dimiliki untuk menarik wisatawan ke daerah tertentu untuk berlibur (Damanik, 2018).

Berasal dari Bahasa Batak 'Huta' berarti kampung dan 'Ginjang' berarti atas, Huta Ginjang menawarkan pemandangan Danau Toba dari ketinggian 1.555 meter di atas permukaan laut (mdpl). Huta Ginjang adalah sebuah desa yang berada di kecamatan muara, Kabupaten tapanuli Utara Sumatera Utara berjarak 254 Km dari ibu kota Provinsi (medan dan) 8,7 Km dari Bandara Internasional Silangit  dapat ditempuh selama 20 menit dengan pemandangan keindahan Danau Toba yang tentu menjadi salah satu faktor pendukung untuk kemajuan objek wisata Huta Ginjang serta menjadi salah satu fasilitas yang memberikan peran besar untuk kemajuan pariwisata danau toba terkhusus pariwisata Huta Ginjang. (travel.okezone.com).

Geosite Huta Ginjang merupakan bagian penting dari Taman Wisata Alam (TWA) Sijaba Huta Ginjang yang dikelola Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA). Taman seluas 500 hektar lebih ini terbagi dalam dua bagian terpisah yaitu Sijaba di Desa Sihonongan, Desa Paranginan Selatan dan Desa Lumban Barat di Kecamatan Paranginan. Bukit Gantole Huta Ginjang adalah sebuah objek wisata yang di peruntukkan untuk wisatawan yang menyukai olahraga yang menantang yakni Gantole (paralayang) pertama sekali di gunakan sebagai lokasi ajang perlombaan gantole yakni pada 18 juli 2008 sampai saat ini masih tetap di jalankan dan berskala nasional (Siregar R, 2019).

Akses menuju ke tempat ini melalui jalur darat, yaitu jalanan aspal dan dijamin pengunjung tidak akan mengalami macet. Perjalanan dari Simpang Silangit menuju tempat ini berkisar 40 menit. Untuk tiket masuk ke Geosite Huta Ginjang, pengunjung cukup membayar Rp.6.000/pengunjung dewasa, Rp.4.000/pengunjung anak- anak dan untuk parkir Rp.5.000/parkir roda 4 dan Rp.2.000/parkir roda 2. Fasilitas pendukung saat berwisata ke Huta Ginjang, berupa restoran-restoran sederhana yang menjual aneka makanan dan minuman, panggung hiburan umum, toilet, sewa teropong dan sewa mobilan matic anak-anak. Di tempat ini juga aktivitas utama paralayang dilakukan, dan pada waktu-waktu tertentu diadakan atraksi paralayang dan gantole (Tobaria.com).

Gambar 2. Geosite Huta Ginjang

2. 2. Karakteristik Objek Wisata Alam Huta Ginjang

Desa Huta Ginjang adalah salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Sianjur Mula-Mula. Desa Huta Ginjang memiliki potensi alam yang sangat baik, seperti panorama pemandangan alam, sempadan danau yang unik, perkebunan milik masyarakat, serta kawasan hutan pegunungan yang masih alami. Namun pemanfaatan sumber daya alam yang ada di desa tersebut belum terealisasi secara optimal dibandingkan dengan desa lain yang ada di Kecamatan Sianjur Mula-Mula tersebut. Hal ini tampak dari minimnya pengelolaan sarana dan prasarana di desa ini maupun menuju desa tersebut, serta kurangnya pemberdayaan masyarakat setempat sebagai pihak yang seharusnya berperan aktif.

Ada berbagai fasilitas yang ada di kawasan wisata Huta Ginjang Fasilitas- fasilitas yang ada meliputi infrastruktur baik jalan, selokan dan gorong gorong yang sudah baik dibangun serta keberadaan Toko souvenir, Mushola, Parkir area, Rumah makan, Homestay dan Toilet. Namun dari jumlah Toilet yang telah ada namun belum mencukupi jumlahnya dengan jumlah wisatawan yang terus bertumbuh, lokasi parkir yang tidak terbenahi serta luas lokasi parkir yang tidak sesuai dengan status kewajarannya, Rumah makan atau Restaurant Halal yang belum tersedia, ditambah lagi kurang nya atraksi wisata lainnya seperti flying fox, dan game out bond yang harusnya di bangun dengan tujuan menambah minat dan rasa nyaman bagi para pengunjung.

Gambar 3. Homestay di Huta Ginjang

Bukit doa (Taber) dan lokasi Paralayang Gantole masih dalam satu zona lokasi yang hanya berjarak 50m dan masih menggunakan satu fasilitas yang sama. Objek wisata yang sudah ada sejak tahun 1996 dan terus dikembangkan hingga saat ini. Bukit doa (Taber) memiliki makna yang beragam seperti Tapanuli Bersinar dan tempat tinggi untuk berdoa, karna kesannya kalau kita berada disana kita akan terkesan dengan keindahan alam dan pesona danau toba yang kontras sangat luara biasa sehingga tumbuh rasa kagum dan hasrat bersyukur serta menyiratkan doa didalamnya. Itulah alasan mengapa tempat ini disebut dengan bukit doa dan juga ada patung tangan dengan posisi berdoa dan umumnya digunakan sebagai lokasi untuk berdoa serta hari besar keagamaan Kristen. Berbeda dengan bukit doa taber lokasi paralayang (Gantole) pertama sekali di kembangkan pada tahun 2009 dan sejak itu lokasi paralayang ini telah mejadi spot favorit bagi para pecinta olahraga ekstrtrim dan hampir tiap tahun menjadi lokasi kegiatan paralayang bertaraf nasional, namun keseriusan pemerintah pariwisata kabupaten belum menunjukkkan komitmen nya untuk menggiatkan dan mejadikan kawasan pariwisata yang menarik untuk dikunjun

2. 3. Potensi Ekonomi Dari Objek Wisata Alam Huta Ginjang

Secara umum potensi pariwisata di Kab Tapanuli Utara sangat lah besar , dengan wilayah yang membentang luas ditambah keanegaragaman kekayaan alam maupun budaya yang sangat unik menjadikan tapanuli utara menjadi salah satu daerah tujuan wisata pavorit di Sumatera utara, di tambah dengan keindahan alam danau toba di Kecamatan muara yang saat ini telah di kenal dunia, terkhusus daerah wisata di Desa Huta Ginjang kecamatan muara Kabupaten Tapanuli utara yang banyak melakukan ivent internasional seperti Paralayang yang di ikuti oleh seluruh Atlit dari semua negara di bagian Asia pasifik

Gambar 4. Atraksi Paralayang
(Sumber: Internet, karena pada saat mengunjungi lokasi penulis tidak berkesempatan melihat atraksi paralayang tersebut).

2.3.1. Jenis-jenis potensi alam yang ada di Desa Huta Ginjang terdiri dari: Sempadan Danau (Pinggiran Danau), Panorama Pemandangan Alam, Kebun Masyarakat, Serta, Kawasan Hutan Pengunungan.

Gambar 5. Pemandangan dan Potensi Alam di lihat dari atas pemandangan Huta Ginjang

A.Sempadan Danau (Pinggiran Danau)

    Desa Huta Ginjang memiliki batas wilayah yang tepat berada di pinggiran Danau Toba. Batas wilayah ini berada di Dusun III Pandulangan, Desa Huta Ginjang, Kecamatan Sianjur Mula-Mula. Sempadan danau ini sangat cocok dijadikan menjadi daerah tujuan wisata karena pinggiran danau ini masih sangat terjaga keasliannya oleh masyarakat yang bermukim disekitar danau ini.

      Pinggiran danau Dusun Pandulangan yang sering disebut oleh masyarakat sekitar sebagai Pantai Pandulangan memiliki panjang ± 2 km yang direncanakan untuk pengembangan wisata air (perahu kayu dan sepeda air) serta sebagai retirement village (wisata bagi kalangan usia nonproduktif).

B.    Panorama Pemandangan Alam

    Keberadaan Desa Huta Ginjang memiliki posisi yang sangat strategis. Hal ini dikarenakan desa ini berada di punggung Gunung Pusuk Buhit, sehingga memberikan sudut pemandangan alam yang sangat baik jika kita melihat dari desa ini mengarah ke daerah sekitarnya. Berikut ini adalah gambar beberapa spot (titik) pengambilan panorama alam di Desa Huta Ginjang

    Untuk mendukung daya tarik tersebut maka pembangunan menara pandang merupakan salah satu upaya yang harus diperhatikan. Pembuatan menara pandang tersebut dapat direalisasikan di beberapa titik guna menunjang kepuasan pengunjung dalam menikmati pemandangan alam yang ada

C.    Perkebunan

    Jenis kebun yang ada di Desa Huta Ginjang meliputi kebun kopi, dan kakao, bisa ditemui di kanan dan kiri jalan menuju perkampungan, hal ini dapat menjadi atraksi tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung. Dengan melintasi jalan yang tepat berada disisi jalan maka wisatawan yang berkunjung dapat menikmati suasana kebun dengan duduk di pondok-pondok petani dengan suguhan minuman kopi hasil perkebunan milik masyarakat

umberdaya kehutanan tersebut, diuraikan dari wawancara dgn pengelola, sumber literatur dll

D.  Kawasan Hutan Pegunungan

Desa Huta Ginjang berbatasan dengan Gunung Pusuk Buhit, dimana gunung ini merupakan gunung tertinggi di Pulau Samosir. Kawasan puncak Gunung Pusuk Buhit ini memiliki kawasan hutan lindung seluas ± 50 Ha. Sesuai dengan penetapan batas wilayahnya, Desa Huta Ginjang mencakup 10 Ha kawasan lindung Gunung Pusuk Buhit tersebut. Dalam aspek wisata alam, hutan yang ada di Gunung Pusuk Buhit dapat dimanfaatkan untuk kegiatan tracking dan hiking. Tracking ini merupakan kegiatan menjelahi hutan melalui setapak dengan jalur-jalur yang sudah ditentukan. Sedangkan hiking adalah kegiatan pendakian yang juga dilakukan di dalam hutan. Keberadaan hutan pegunungan ini merupakan salah satu potensi alam yang dapat dikembangkan untuk menunjang perwujudan Desa Ekowisata Huta Ginjang.

2.3. 2. Potensi Sosial Budaya

Potensi sosial budaya yang ada di Desa Huta Ginjang yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik atau objek wisata yaitu berupa kesenian tradisional masyarakat setempat. Adapun kesenian tersebut adalah; Uning-uningan dan beberapa jenis tarian tradisional. Uning-uningan merupakan kesenian tradisional masyarakat batak. Uning-uningan ini digunakan sebagai alat komunikasi antara manusia dengan Sang Pencipta (Mula Jadi na Bolon). Kesenian ini terdiri dari unsur musik dimana alat musiknya merupakan alat musik tertua dan asli dari masyarakat Batak Toba.

Selain Uning-uningan, Desa Huta Ginjang juga memiliki kesenian seperti tari tor-tor naposo untuk kalangan muda, Joting dan Tumbas (tarian dan nyanyian pada saat bulan purnama, usai panen raya yang dilakukan pada sebuah lapangan atau dapat pula dilakukan di atas solu (perahu) di daerah pesisir Danau Toba). Disamping potensi kesenian, Desa Huta Ginjang juga mempunyai potensi sosial budaya, yaitu adanya rumah adat batak yang masih dijadikan masyarakat sebagai tempat tinggal. Berdasarkan tata letak dan arah, bangunan-bangunan tersebut terletak sesuai dengan konsepsi tata ruang masyarakat setempat, seperti bangunan sebagai tempat tinggal diletakkan pada tempat yang mengarah menghadap gunung atau kearah Selatan (dalam hal ini Gunung Pusuk Buhit), hal ini mencerminkan bahwa gunung adalah dianggap tempat yang paling tinggi dan suci diantara tempat-tempat lainnya serta gunung merupakan tempat beristananya para raja batak terdahulu

Rumah adat batak ini sangat baik untuk dilestarikan sebagai salah satu daya tarik pada atraksi ekowisata di desa ini. Keberadaan rumah adat ini, juga merupakan hal unik yang dapat dijual kepada wisatawan karena bila ditinjau dari sejarah pembuatan rumah adat tersebut banyak hal-hal yang unik dapat ditemukan, seperti bahan kayu yang digunakan adalah kayu dengan ukuran yang sangat besar, ornamen tulisan (aksara batak) yang dipahat pada setiap sisi bangunan serta bagian-bagian rumah lainnya yang jarang ditemui pada zaman modern ini.

2. 4. Ide Potensi Pengembangan Objek Wisata Alam Geosite Huta Ginjang

Pengembangan ekowisata ini dapat terwujud sesuai dengan kondisi alam, daerah, serta harapan dan pandangan dari masyarakat apabila dalam pelaksanaannya seluruh lapisan masyarakat turut serta dalam pelaksanaan program pengembangan ekowisata tersebut.     Disamping hal tersebut rencana pengembangan ekowisata ini nantinya diharapkan dapat memberikan pendapatan bagi desa ini sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Dalam pengembangan ekowisata, kunci pokok yang harus diperhatikan adalah tetap terjaganya kelestarian fungsi lingkungan. Disamping itu, keberadaan tradisi adat-istiadat dan budaya juga memegang peranan penting sebagai penunjang dalam pengembangan pariwisata itu sendiri, sehingga harus tetap dilestarikan keberadaannya

Adapun pengembangan pariwiwsata Huta Ginjang dimulai dari Fasilitas di kawasan pariwisata Huta Ginjang untuk saat ini sedang terus dikembangkan baik mulai dari pengadaan kawasan, pembangunan zonasi wisata lahan parkir, rumah ibadah , restoran ,toko souvenir, teropong, infrastruktur dan Sumberdaya manusia serta ruang informasi. Fasilitas yang ada untuk saat ini memang sudah tergolong lengkap namun jumlah nya masih kurang dan masih butuh penambahan unit dan pengawalan yang sangat baik dari semua kalangan yang ikut ambil bagian dalam pengelolaan kawasan pariwisata Huta Ginjang agar dapat meningkatkan daya saing terhadap objek wisata yang sudah duluan dikenal oleh orang di daerah danau toba.

Seperti yang kita lihat obejek wisata alam di Huta Ginjang ini sangat memiliki potensi yang sangat besar. Paralayang merupakan objek wisata yang sekaligus merupakan olahraga yang mengandung unsur rekreatif. Sehingga wisatawan dapat melakukan dua kegiatan sekaligus yaitu olahraga dan rekreasi. Di Huta Ginjang , pengunjung bisa mencoba olahraga ini, yaitu di Wisata Paralayang dengan ditemani oleh para pemandu.  Keistimewaan dalam objek wisata Paralayang Huta Ginjang ini tidak hanya dari keberadaan landasan terbang paralayang dan fasilitas olahraga ini saja, melainkan juga ada keistimewaan lainnya. Salah satunya adalah panorama yang indah dari danau Toba. Selain itu karena Huta Ginjang itu sendiri berada di ketinggian, maka pemandangan pegunungan yang hijau akan terlihat sangat menyejukkan mata.

Di luar negeri wisata paralayang ini sangat diminati namun sangat disayangkan di obyek wisata Huta Ginjang ini masih kurang dilirik oleh para wisatawan. Atraksi paralayang ini juga dilakukan pada saat-saat tertentu kadang kala sekali dalam seminggu dan tergantung pada situasi dan kondisinya. Pengembangan paralayang ini sangat diperlukan salah satu idenya yaitu karena jarang ada atraksi wisata seperti ini di Indonesia. Bila atraksi ini lebih sering dibuat maka akan memberi Dampak positif yaitu dapat meningkatkan pemasukan pajak bagi pemerintah daerah, meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar tempat wisata, lebih tereksplornya keindahan alam, adanya wisata baru di sekitar Paralayang juga menjadikan Huta Ginjang lebih terkenal akan wisatanya.

Selain itu ada juga pacuan kuda yang juga sama dapat disaksikan dan dinikmati oleh pengunjung pada saat- saat tertentu. Pada saat saya ke tempat tersebut pacuan kuda tersebut tidak ditampilkan sehingga tidak dapat didokumentasikan. 

Gambar 6. Pacuan Kuda

Ini adalah dokumentasi saudara saya saat tahun lalu mengunjungi wisata alam geosite huta ginjang dan kebetulan saat itu pacuan kuda ini ada karena atraksi ini hanya dilakukan pada saat-saat tertentu saja.

Untuk lebih memperkenalkan objek wisata Huta Ginjang ini kita sebagai pengunjung dan masyarakat lokal dapat mempromosikannya melalui media sosial seperti YouTube, Instagram, Facebook, TikTok, dan media lainnya dengan harapan tempat ini bisa viral sehingga menarik mintat lebih banyak wisatawan lokal maupun asing.



BAB III

PENUTUP

3.1  Kesimpulan

1.    Secara umum potensi pariwisata di Kab Tapanuli Utara sangat lah besar dengan wilayah yang membentang luas ditambah keanegaragaman kekayaan alam maupun budaya yang sangat unik menjadikan tapanuli utara menjadi salah satu daerah tujuan wisata pavorit di Sumatera utara, di tambah dengan keindahan alam danau toba di Kecamatan muara yang saat ini telah di kenal dunia, terkhusus daerah wisata di Desa Huta Ginjang kecamatan muara Kabupaten Tapanuli utara yang banyak melakukan ivent internasional seperti Paralayang yang di ikuti oleh seluruh Atlit dari semua negara di bagian Asia pasifik

2.    Berasal dari Bahasa Batak 'Huta' berarti kampung dan 'Ginjang' berarti atas, Huta Ginjang menawarkan pemandangan Danau Toba dari ketinggian 1.555 meter di atas permukaan laut (mdpl). Huta Ginjang adalah sebuah desa yang berada di kecamatan muara,

3.    Jenis-jenis potensi alam yang ada di Desa Huta Ginjang terdiri dari: Sempadan Danau, Panorama Pemandangan Alam, Kebun Masyarakat, Serta, Kawasan Hutan Pengunungan. Selain itu ada Atraksi Paralayang, Pacuan kuda, dan Bukit doa (Taber).

4.    Ada berbagai fasilitas yang ada di kawasan wisata Huta Ginjang Fasilitas- fasilitas yang ada meliputi infrastruktur baik jalan, selokan dan gorong gorong yang sudah baik dibangun serta keberadaan Toko souvenir, Mushola, Parkir area, Rumah makan, Homestay dan Toilet.

5.    Untuk lebih memperkenalkan objek wisata Huta Ginjang ini kita sebagai pengunjung dan masyarakat lokal dapat mempromosikannya melalui media sosial seperti YouTube, Instagram, Facebook, TikTok, dan media lainnya dengan harapan tempat ini bisa viral sehingga menarik mintat lebih banyak wisatawan lokal maupun asing.

 

3.2  Saran

 Sebaiknya pemerintah lebih memberi perhatian kepada objek wisata alam di Huta Ginjang ini sehingga lebih banyak menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara dan juga sebaiknya masyarakat lokal lebih giat mepromosikan tempat ini sehingga nantinya bila semakin terkenal akan membuka lebih banyak lapangan kerja dan menambah pendapatan masyarakat sekitar tempat wisata ala mini. 

DAFTAR PUSTAKA

Damanik CGB. 2018. Fasilitas Objek Wisata Bukit Indah Simarjarunjung Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. JOM FISIP, 5(2):1-11.

Damanik SE. 2021. Kawasan Wisata Alam Simarjarunjung Sebagai Objek Wisata dan Nilai Tambah Pendapatan Kabupaten Simalungun. Jurnal JGMI, 1(1):12-21.

Pynanjung PA, Rianti R. 2018. Dampak Pengembangan Ekowisata Terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Bengkayang : Studi Kasus Kawasan Ekowisata Riam Pangar. Jurnal Nasional Pariwisata, 10(1):22-28.

Simarmata MMT, Triasturi. 2021. Identifikasi Potensi Pemanfaatan Ekowisata dan Jasa Lingkungan Kabupaten Samosir. Jurnal Akar, 3(1): 17-31.

Siregar R. 2019. Pengembangan Fasilitas di Kawasan Pariwisata Huta Ginjang Kabupaten Tapanuli Utara Sebagai Destinasi Unggulan. Skripsi. Universitas Sumatera Utara. Medan.

https://travel.okezone.com/read/2021/02/18/408/2364195/asyiknya-menikmati-danau-toba-dari-huta-ginjang

https://tobaria.com/huta-ginjang-tempat-menyaksikan-keindahan-lembah-muara-dan-atraksi-paralayang/

 LAMPIRAN


Gambar 7. Tiket di Geosite Huta Ginjang


Gambar 8. Sejarah Toba Caldera Geopark

Gambar 9. Lapangan di Geosite Huta Ginjang 
Gambar 10. Dokementasi Penulis dengan Pengunjung
Gambar 11. Dokumentasi Penulis Sedang Mewawancarai Petugas di Geosite Huta Ginjang

Gambar 12. Pemandangan Alam dari Puncak Huta Ginjang




TERIMAKASIH & SEMOGA BERMANFAAT :)















4 komentar:

  1. Terimakasih atas informasinya
    Sangat bermanfaat.
    Mantap 👍

    BalasHapus
  2. Informasi yang bermanfaat mengenai tempat wisata ini, ada waktu dan kesempatan pasti datang ke sini....

    BalasHapus

Selamat datang di blog saya, semoga informasi yang saya sampaikan bermanfaat dan mengedukasi bagi semua pembaca🤗

Silahkan tinggalkan komentar maupun saran yang positif dan mendukung agar kedepannya tulisan ini lebih baik lagi😊

Terimakasih banyak kepada semua pembaca🥰




POTENSI BISNIS KEHUTANAN DI KAWASAN OBYEK WISATA ALAM HUTA GINJANG, KECAMATAN MUARA, KABUPATEN TAPANULI UTARA II TUGAS MATA KULIAH BISNIS KEHUTANAN

  Paper Mata Kuliah Bisnis Kehutanan                                                                              Medan,   Juni   2022 P...